Minggu, 02 Oktober 2016

TRAKTIRLAH KAWANMU DAN PARA DUAFA ITU..


Acara "Amazing Muharam" di Balai Sudirman Jakarta hari ini ramai sekali. Lebih dari 1500 orang memadati gedung itu. Usai sharing selama 30 menit tentang hijrah bisnis saya kembali ke tempat duduk di barisan depan, tidak berapa lama Ustadz Yusuf Mansur hadir diantar beberapa panitia langsung duduk di samping saya. Kami langsung ngobrol ringan, lama tak bersua beliau sejak di Jogja awal tahun lalu. 

Seorang panitia datang, memberikan snack dan minuman pada Ustadz Yusuf Mansur. Kotak itu dibukanya, terus bertanya kepada saya..
"Antum belum dapet snack?"
"Hehe.. belum tadz"

Dalam hati saya mikir enteng aja, mungkin snack dengan warna dus putih itu hanya untuk para ustadz, buktinya saya dan orang disebelah kanan saya juga gak dapet. Beda maqomnya.. hihihi

Ustadz YM mengambil satu roti, memotongnya jadi dua, dan menyerahkan pada saya satu potongannya. Terjadilah kami ngemil bersama tanpa banyak bicara..

Saya disedekahi makanan oleh tadz YM..

Ditraktir, karena roti itu hak beliau sepenuhnya, dan dia mau berbagi dengan saya..
Bukan sekali saya mengalami ini, pernah saya bikin tulisan tentang traktiran diam-diam, ketika saya sedang makan di warung dan restoran, bertemu dengan kawan lama, pas mau membayar lho kok ternyata makanan saya sudah dibayari mereka.. tanpa konfirmasi, dan nunggu saya ngucapin terimakasih.. mereka pergi begitu saja.
Siapa sih yang gak mau ditraktir? Bagi yang kelebihan rejeki proses traktir ini mengundang rasa bahagia, yang nraktir seneng, yang ditraktir apalagi.. makan gratis!
Tentu bukan nraktir yang hanya untuk pamer gaya hidup ya, biar dianggap mampu, sering nraktir temen tapi pakai kartu kredit.. laah nraktir kok ngutang? Jangan aah..

Tau enggak, ternyata soal nraktir ini ada perintahnya lho.. 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam pernah bersabda, “Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (Hadist Shohih, Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Kamu pernah nraktir temen, usai ditraktir mereka mendoakanmu..
"Makasih yaaa.. semoga rejekimu nambah! Aaamiiin "
Eitss.. jangan remehin kata-kata itu, ada doa di dalamnya. ALLAH punya malaikat yang setiap saat merekam doa-doa, dan ALLAH kabulkan doa itu. Banyak yang ngalamin tuh, habis menraktir dapat rejeki pengganti lainnya dari jalan tak terduga. Orang yang sedang marahan pun bisa baikan ketika basa basi terus maafan sambil traktiran.. cair lagi suasana.
Pesan Nabi lagi:
"Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan, serta tidaklah seseorang merendahkan diri di (hadapan) Allah kecuali Dia akan meninggikan" (HR Muslim).

Saya menerima email, seorang mantan kepada kantor leasing yang hijrah kembali ke titik nol, bertaubat dengan memperbaiki ibadahnya, dan meninggalkan pekerjaan yang penuh riba dan penuh emosi tinggi karena harus menagih tagihan motor setiap hari. Keputusan berat untuk menjual rumah mereka, utang yang dimiliki sudah tidak terbayar. Berbulan-bulan rumah itu diiklankan tidak laku juga.. sampai keinginan itu mencul, mereka menraktir anak-anak di sebuah panti asuhan. Memberi mereka makan anak-anak yatim itu, hingga wajah mereka berbinar-binar. Dua hari kemudian ada pembeli datang kepada mereka, rumah mereka dibeli tanpa ditawar, cash, bahkan biaya pajak jual beli dan notaris ditanggung oleh si pembeli.. Allahu Akbar!
Gampaaang bagi Allah jika Dia sudah berkehendak.. kun fayakun! Jadi!

Lihatlah dirimu, apakah sepanjang hidupmu engkau tidak pernah menraktir orang lain?
Kawan sudah pernah!

Sekarang cobalah menraktir para duafa, fakir miskin, anak-anak yatim di sekelilingmu. Ambil dari uangmu, dari hasil jerih payahmu.. belikan mereka makanan yang layak, yang membuat mereka tersenyum dengan pemberianmu. Dan rasakan apa yang akan membuncah di hatimu..
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam pernah berpesan kepada para sahabat..
"Suatu saat nanti, orang-orang miskin itu akan memiliki kuasa.."
"Kapan itu wahai Rasulullah?" tanya para sahabat
"Nanti di akherat, ALLAH akan berkata kepada mereka: carilah orang-orang yang dulu di dunia pernah memberimu makan walau sesuap, memberimu minum walau seteguk, memberimu baju walau selembar.. genggam tangan mereka, ajaklah mereka menuju surga.."

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon